Akhlak Tercela Kepada Diri Sendiri (Takabur)


1. Pengertian
    Kata Takabur berasal dari Bahasa Arab تَكَبَّرَ - يَتَكَبَّرُ - تَكَبُّرًا artinya sombong, merasa dirinya benar. Takabur adalah sikapa yang amat tercela, baik dalam pandangan Allah maupun pandangan manusia. Oleh sebab itu, muslimin dan muslimat harus menjauhi sifat takabur. Rasulullah SAW bersabda:

 الكِبْرُ بَطَرُالْحَقُّ وَغَمْطُ النّاَس. رواه مسلم

Artinya: Takabbur (Sombong) ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia,. (H.R. Muslim)

    Orang yang sombong merasa dirinya sendiri yang paling benar sehinggga tidak mau menerima kebenaran dari orang lain. Ia merasa malu untuk menerima saran atau kritikan dari orang lain. Dalam pergaulan hidup sehari-hari kurang menghargai pihak lain. Oleh sebab itu, takabur tidak disukai dalam pergaulan hidup.

2. Bentuk-Bentuk Takabur

    Sikap takabur dapat diketahui ciri-cirinya sebagai berikut:
a. Berlagak seakan dirinya yang paling benar dan paling pandai.
b. mudah terpancing emosinya apabila pendapatnya tidak diikuti orang lain.
c. Tidak bersedia dikritik atau diberi saran, walaupun pendapatnya kurang tepat.
d. Tidak mau menerima kebenaran dari orang lain yang dipandang lebih rendah darinya.

3. Larangan Bersikap Takabur

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا 
                                                 

Artinya          :”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra’ 37)

    Dalam menafsirkan ayat, Prof. Dr. Hamka menjelaskan bahwa dia (orang yang sombong) mengadah ke langit laksan menantang puncak gunung dan melawan awan. Puncak gunung itu akan melihat lucunya si kecil ini menantang dia, laksan senyuman manusia melihat seekor semut kecil yang mengangangkan mulutnya hendak menggigit kaki manusia. Semut kecil ini yang mengangangkan mulutnya ini ternyata hancur lumat hanya dengan gesekan ringan kaki manusia.

4. Menghindarkan Diri Dari Sifat Takabur.

    Upaya menghindarkan diri dari sifat takabur, antara lain sebagai berikut:
a. Selalu menyadari bahwa ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah hanya diukur dengan ketakwaannya.
b. Memperbanyak bergaul dengan orang-orang yang saleh dan tawaduk.
c. memperhatikan kegagalan-kegagalan yang telah dialami sehingga dapat menyadari kelemahan dirinya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Akhlak Tercela Kepada Diri Sendiri (Takabur)"

Posting Komentar