Akhlak Tercela Kepada Diri Sendiri (Putus Asa)


    Putus Asa berarti habis Harapan, tidak ada harapan lagi. seseorang bisa dikatakan putus asa apabila tidak lagi mempunyai harapan tentang sesuatu yang semula hendak digapainya.

    Penyebab sesorang putus asa biasanya terjadinya kegagalan yang berulang kali dalam mencapai cita-cita atau pengharapan sesuatu. Maka dari itu penyikapan akan kegagalan suatu cita-cita atau harapan perlu dilakukan dengan pikiran jernih.

    Adapun bentuk-bentuk putus asa Sebagai berikut:

1. Bermalas-malasan setelah mengalami kegagalan suatu usaha.

2. Tidak bersemangat untuk meneruskan usahanya yang gagal.

3. Tampak murung dan tidak memiliki gairah untuk berusaha lagi.

4. Mudah terpancing emosinya sehingga sedikit-sedikit marah.

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

        “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)


Dampak Negatif bersifat putus asa.

    Karena putus asa adalah Akhlak Madzmumah, maka dampaknya amat negatif bagi diri sendiri dan keluarga. Adapun dampak negatif bersifat putus asa antara lain:

a. Merugikan diri sendiri karena membuangb waktu dan energi yang sebenarnya dimiliki.

b. Susah untuk mencapai kemajuan karena berani berbuat, khawatair mengalami kegagalan lagi.

c. Telah terkena sifat-sifat kafir karena ptus asa dari rahmat Allah.

Cara menghindari dari sifat putus asa.

Cara kita untuk menghindari dari sifat putus asa antara lain:

a. Merenungi kegagalan yang dialami orang lain. Sehingga dapat mempelajari pengalaman dari orang lain.

b. Selau yakin bahwa Allah SWT memberi jalan kepada orang-orang yang mau bekerja keras.

Baca juga artikel tentang Menyongsong PORSEMA 2017


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Akhlak Tercela Kepada Diri Sendiri (Putus Asa)"

Posting Komentar