Baca Al-Qur'an ada tata caranya. Biar BERKAH

 

Sebagai kitab suci, al-qur’an mempunyai adab tersendiri bagi orang yang membacanya. Adab tersebut sudah diatur untuk menjagakeagungan dan penghormatan terhadap al-Qur’an. Setiaporang yang hendak mebaca al-Qur’an harus memperhatiakan adab-adab tersebut. diantara adab-adab yang dimaksud adalah:

1. al-Qur’an harus dibaca dengan tartil sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT, dalam surat al-Muzammil ayat 4, Allah SWT berfirman yang artinya:”... Dan bacalah al-Qur’an dengan tartil.” (QS, al-Muzammil4).

2. disunnahkan membaca al-Qur,an dengan suara merdu dan bagus sehingga menambah keindahan al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian menghiasi al-Qur’an dengan suara kalian yang merdu.” (HR.Ahmad). Membaca al-Qur’an dengan suara merdu tetap wajib memperhatikan aturan-aturan yang ada pada ilmu Tajwid. Jika seseorang mempelajari seni membaca al-Qur’an dengan tujuan dapat menghiasi al-Qur’an lewat alunan suaranya yang merdu, maka ilmu Tajwid menjadi syarat baginya sebelum ia mendalami seni tersebut. Adalah naif jika seseorang membaca dengan suara merdu dan bagus tapi cara membacanya salah sehingga yang terjadi bukanlah menghiasi al-Qur’an tetapi malah merusak al-Qur’an.

3. sangatlah baik sebelum membaca al-Qur’an kita berwudlu terlebih dahulu karena kita hendak mebaca kitab suci yang agung. Allah SWT berfirman:
 لاَيَمَسُّهُ اِلاَّالْمُطَهَّرُوْنَ  
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. al-Waqi’ah: 79).
Tatkala membaca, mulut pun hendaknya dalam keadaan bersih atau tidak dalam keadaan masih ada makanan. Lebih baik lagi ketika akan membaca al-Qur’an hendaknya menggosok gigi terlebih dahulu. Namun demikian, tidak terlarang bagi seseorang ketika berhadas kecil atau tidak dalam keadaan berwudlu untuk membaca al-Qur’an.

4. disunnahkan membaca al-Qur’an di luar shalat dengan menghadapkiblat. Karena sebaik-baiknya tempat beribadah adalah menghadap kiblat. Seiring dengan itu pembaca al-qur’an hendaknya duduk dengan tenang, penuh kehusu’an, dan menundukkan kepala pertanda khidmat. Inilah sikap paling mulia dan sempurna.

5. sebelum mulai bacaan disunnahkan membaca Isti’adzah dan Basmalah terlebih dahulu. Maksudnya adalah, dalam rangka meminta perlindungan Allah SWT supaya dijauhkan dari tipu daya syaitan sehingga hati dan pikiran tetap tenang dalam membaca al-Qur’an. Niat dan amalan kita harus diluruskan semata-mata hanya mengharap ridlo dan berkah-Nya.

6. apa bila ketika membaca al-Qur’an, perut hendak ingin buang angin atau mulut terasa ingin menguap, maka hentikanlah bacaan al-Qur’an sejenak untuk memnuntaskan hajat tersebut. Jika telah sempurna, barulah bacaan al-Qur’an dilanjutkan kembali(ibtida) dari tempat yang cocok dan baik. Inilah adab yang bagus.

7. janganlah memutuskan bacaan al-Qur’an sembarangan hanya hendak ingin berbicara dengan orang lain atau hendak memenuhi hajat yang tidak mendesak. Tetapi hentikanlah bacaan sampai pada batas ayat atau lafadz al-Qur’an yang sempurna dan tidak tergolong sebagai waqaf qabih.
Demikian adab-adab membaca al-Qur’an yang saya tulis untuk para pembaca. Kita tahu bahwa al-Qur’an yang diwahyukan Allah kepada nabi Muhammad SAW sangatlah istimewa dan mempunyai keunggulan daripada kitab-kitab sebelumnya. Maka dari itu, ketika kita hendak membaca al-Qur’an harus memperhatikan adab-adab dalam membaca al-Qur’an.

Semoga bermanfaat.. Aamiinn...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Baca Al-Qur'an ada tata caranya. Biar BERKAH"

Posting Komentar