Keutamaan Bulan Safar Yang Jarang Di Ketahui

Sabtunan - Selamat datang kembali  di blog ini setelah seminggu rehat dan akhirnya bisa posting lagi, kali ini kita akan membahas apa tentang keutamaan bulan safar yang jarang diketahui. Sebelum membahas lebih lanjut sebaiknya kita pahami apa itu bulan safar.

Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh.

 Walaupun sudah semakin kurang namun masih ada segelintir di kalangan masyarakat kita yang masih berpegang dengan kepercayaan dan amalan-amalan karut datuk nenek moyang kita yang entah dari mana asasnya.
Di antara kepercayaan dan amalan-amalan karut yang berlaku dan ada kaitan dengan bulan Safar itu ialah;
Rabu terakhir adalah hari malang
Biawak petanda celaka
Burung hantu petanda kemudharatan
Burung gagak petanda kematian
Bulan Safar adalah bulan bala

Kononnya untuk mengelakkan petanda-petanda buruk ini dari berlaku maka disunatkan mandi Safar, berpuasa dan membuat kenduri tolak bala khas di bulan Safar. Kepercayaan dan amalan-amalan di atas tadi adalah khurafat kerana tiada asas ataupun sumber rujukan dari mana asalnya.

Menganggap sial bulan Shafar sekaligus termasuk salah satu jenis tathayyur yang terlarang. Itu termasuk amalan jahiliyyah yang telah dibatalkan (dihapuskan) oleh Islam. Menganggap sial bulan Shafar termasuk kebiasaan jahiliyyah. Perbuatan itu tidak boleh. Bulan (Shafar) tersebut seperti kondisi bulan-bulan lainnya. Padanya ada kebaikan, ada juga kejelekan. Kebaikan yang ada datangnya dari Allah, sedangkan kejelekan yang ada terjadi dengan taqdir-Nya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallah ‘anhu bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda:
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Shafar.” [HR. Al-Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Dawud 3911, Ahmad (II/327)]

Bulan Shafar adalah salah satu bulan Allah yang mulia. Di bulan ini Allah SWT menurunkan berbagai bala' dan coba'an serta musibah di bumi. Akan tetapi perlu diketahui, bahwa  musibah-musibah tersebut tidak akan terjadi kecuali dengan Qadha' dan Qadar Allah SWT.  Bukan karena sesuatu yang lain dari berbagai makhluk Allah SWT. Akan tetapi semua hal tersebut adalah sesuai dengan Qadha' dan Qadar Allah SWT.  Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa kita tidak boleh mempercayai suatu penyakit itu menular karena ditularkan oleh penyakit itu  sendiri. Akan tetapi penyakit yang menular tersebut tidak lain adalah atas kehendak Allah SWT serta Qadha' dan Qadar-Nya. Hadist tersebut adalah sebagai berikut:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال : " لا عدوى و لا هامة و لا صفر "  فقال أعرابي : يا رسول الله فما بال الإبل تكون في الرمل كأنها الظباء فيخالطها البعير الأجرب فيجربها ؟ فقال رسول الله صلى اللهعليه و سلم : فمن أعدى الأول ؟ "  رواه البخاري ومسلم

Dari Abi Hurarah RA dari Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya beliau bersabda:"Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar", kemudian seorang badui Arab berkata: "Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut ?". Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?". HR Buhari dan Muslim

Adapun maksud dari kalimat (العدوى )  Al-'Adwa dalam Hadist ini adalah penyakit yang menular kepada orang lain yang mulanya sehat. Bangsa Arab di zaman dahulu meyakini hal ini pada berbagai penyakit seperti kudis dll, maka dari itu seorang badui Arab bertanya kepada Rasulullah SAW: "Kenapa sekelompok onta yang asalnya sehat, di kumpuli oleh seekor onta yang berpenyakit kudis, onta tersebut menjadi berkudis juga? kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Lalu siapa yang membuat onta pertama berkudis?" maksudnya: onta yang pertama tidak akan berkudis kecuali karena Qadha' dan Qadar Allah SWT bukan karena penyakit tersebut.

Jadi seorang muslim tidak boleh meyakini suatu penyakit yang menjangkit orang sehat bahwa yang menularkan adalah penyakit itu sendiri akan tetapi Qadha' dan Qadar Allahlah yang membuat orang tersebut tertular oleh penyakit. Seperti yang telah ditunjukkan dalam sebuah
Ayat Al-Qur'an :

( ما أصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها ) [ الحديد : 22].

"Setiap bencana yang menimpa di bumi  dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (lauh mahfudz) sebelum Kami mewujudkannya". Qs Al-Hadid: 22

Sabda Rasul SAW yang berbunyi : ( لا هامة )  La Haamata adalah menafikan keyakinan orang-orang jahiliyah yang mengatakan bahwa orang yang sudah mati, arwah dan tulangnya menjadi penasaran, sehingga beterbangan bagaikan burung. Keyakinan ini menyerupai keyakinan ahli Tanaasukh  yang mengatakan bahwa Arwah-arwah mayit berpindah pada tubuh hewan-hewan tanpa digiring dan dibangkitkan kembali atau yang disebut Reinkarnasi. Semua    keyakinan-keyakinan tersebut tidaklah benar menurut syareat islam. Adapun yang sesuai dengan Aqidah islamiyah adalah (Bahwa Arwah-arwah para syuhada'  berada pada tubuh burung hijau, memakan buah-buahan yang datang dari sungai Surga, hingga Allah SWT mengembalikan Arwah tersebut kepada pemiliknya di hari kiyamat kelak). Dan di riwayat lain dikatakan: "Arwah atau jiwa seorang mukmin menjadi seekor burung yang bergelantungan di pohon Surga sampai Allah SWT mengembalikannya kepada jasadnya di hari kiyamat ".


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Keutamaan Bulan Safar Yang Jarang Di Ketahui"

Posting Komentar