Hikmah dalam kesabaran.


Agama - Musibah yang melanda seseorang atau suatu kaum dapat dimaknai sebagai ujian dan peringatan (tadzkirah) yang diberikan oleh Allah Swt kepada umat Islam.

Sebagai ujian, sebab Allah Swt memang telah mengabarkan kepada kita di dalam Alquran bahwa Allah memang akan menguji manusia dengan berbagai macam musibah untuk mengukur kadar kesabaran mereka

Adapun definisi musibah adalah segala sesuatu yang menyusahkan/menyakiti seseorang yang menimpa dirinya (Tafsir Al Qurthubi). Musibah pasti menimpa setiap orang, termasuk orang yang beriman. Namun tidak semua dari mereka mampu bersabar, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan serta kekurangan harta benda, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqoroh : 155)

Secara bahasa, sabar adalah menahan atau menghalangi. Dan demikianlah inti makna kesabaran yang diajarkan oleh syariat Islam. Secara syariat, makna sabar adalah menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari rasa murka, dan menahan anggota badan dari menampakkan kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu atau tindakan lain yang menyimpang dari syariat (Syaikh Solih Alu Syaikh dalam At Tamhid).

Kemajuan zaman senantiasa didikuti dengan banyaknya persoalan yang dihadapi tidak dapat dipecahkan, hati menjadi jengkel atau marah. Kejengkelan yang berulangkali terjadi dapat berakibat lebih buruk, yakni tekanan batin. Jika demikian, hidup ini jadi tidak nyaman dirasakan. Oleh sebab itu, kesabaran dalam menghadapoi persoalan mutlak diperlukan bagi setiap orang.

Imam al-Ghazali membagi kesabaran menjadi tiga macam.

    Sabar dalam ketaatan

Sabar dalam ketaatan berarti melaksanakan tugas atau kewajiban dengan ikhlas, tidak menggerutu atau mengeluh saat menghadapi kesuliutan dalam pelaksanaan tugas. Sungguhpun tugas dapat dilaksanakan debgab baik dan memperoleh hasil



yang baik. Namun apabila berkeluh kesah saat melaksanakannya, maka yang demikian belum termasuk sabar.

    Sabar dalam musibah.

Sabar dalam musibah berarti tabah atau kuat hati sat menerima cobaan hidup, tidak menggerutu, dan tidak menmyesali nasib dirinya. Orang yang sabar dalam musibah senantiasa meyakini bahwa dibalik kesusahan yang dihadapi pasti ada hikmahnya. Kesusahan yang dirasakan akan segera berkurang karena sadar bahwa semua yang dialami maniusia pada hakikatnya merupakn ujian dari Allah SWT.

    Sabar dari maksiat

Abar dari maksiat berarti rela meninggalkan perbuatan maksia dan tidak menyesal atau iri apabila melihat orang lain dapat bersenang-senang dalam maksiat. Yang dimaksud maksiat adalah segala sikap atau perbuatan yan g melanggar norma-norma agama. Pada zaman modern sekarang ini, mterkadang ada orang yang merasa senag dan puas karena dapat melakukan perbuatan maksiat.

Adapun hikmah dari sikap sabar yakni

    Memilioki emosi yang stabil, tidak mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungan.

    Cukup setabil dan tenteram rumah tangganya sehingga dapat menikmati hidup ini sebagai karunia Allah SWT.

    Berhasil mengembalikan persaudaraan yang hampir rusak jika mengalami gesekan dalam persaudaraan.

Oleh karena itu kita sebagai orang islam yang bertaqwa kepada Allah, senantiasalah untuk selalu mempunyai sifat dan sikap sabar. Sehingga kita akan menjadi hamba yang disenangi Allah SWT. Aamiiiin....

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Hikmah dalam kesabaran."

Posting Komentar